Senin, 18 September 2017

E-voting OSIS MTs PKP

Alhamdulillah, rencanaku untuk menjalankan pemilihan secara online dapat terwujud.
tentunya hal ini dapat terlaksana atas kerjasama berbagai pihak, yaitu;
1. Antawijaya sebagai Pembina OSIS
2. Rafa dkk sebagai pengurus OSIS
3. Bapak Sukarno sebagai wakil kurikulum tetapi lebih banyak memberi masukan karena sudah berpengalaman sebagai petugas KPPS (pemilu)
4. Tim Robotik MTs PKP (Jessica dkk)
 
Sebelum membahas cara kerja e-voting maka akan kita bahas apa itu e-voting :
e-voting berasal dari kata electronic voting yang mengacu pada penggunaan teknologi informasi pada pelaksanaan pemungutan suara.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pemungutan_suara_elektronik

Electronic voting adalah suatu metode pemungutan suara dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Tujuan dari electronic voting adalah menyelenggarakan pemungutan suara dengan biaya hemat dan penghitungan suara yang cepat dengan menggunakan sistem yang aman dan mudah untuk dilakukan audit.
sumber : https://www.bppt.go.id/index.php/terkini/58-teknologi-material/425-e-voting-untuk-pemilu-2014

Nah di MTs PKP ini e-voting menggunakan komputer dengan aplikasi google form, dibuat oleh siswa ekskul Robotik MTs PKP.

Tahap Pemilihan Ketua OSIS Online

1.      Persiapan Program
a.      Pembuatan alur kerja program oleh anatta               Kamis,   1 September 2017
b.      Konsep tampilan oleh antawijaya                             Jumat,   2 September 2017
2.      Pembuatan program
a.      Master Program oleh Jesica, Ulfa dan Safira           Senin,    11 September 2017
b.      Input data calon ketua OSIS                                     Rabu,     13 September 2017
c.      Input data Pemilih                                                     Kamis,   14 September 2017
3.      Sosialisasi
a.      Sosialisasi pengurus OSIS diwakili rafa dkk             Selasa,   12 September 2017
b.      Sosialisasi rapat dewan guru                                     Rabu,      13 September 2017
c.      Sosialisasi kepada peserta didik                                Jumat,   15 September 2017
4.      Ujicoba
a.      Ujicoba Guru Karyawan                                            Rabu,      13 September 2017
b.      Ujicoba Peserta Didik                                                Jumat,   15 September 2017
5.      Pelaksanaan                                                                                      Senin,    18 September 2017
a.      Pemberitahuan cara kerja pemilihan online              07.15-07.30       
b.      Pemilihan online                                                       07.30-09.00
                                                    i.     dipanggil perkelas 7A-9D-Gukar
                                                   ii.     memilih nama Pemilih
                                                  iii.     memilih status kelas atau gukar
                                                  iv.     memilih calon ketua OSIS
                                                   v.     tekan tombol submit (kirim pilihan)
c.      Validasi oleh para saksi dan perwakilan Gukar         09.00-09.15
d.      Pengumuman Ketua OSIS terpilih berupa grafik      09.15-09.30
e.      Pembuatan berita acara                                              09.30-09.45       

Programmer 1                                  Programmer 2                                  Programmer 3
Jesica                                                 Ulfa                                                    Safira
Hasilnya adalah Wahyu menjadi Ketua OSIS terpilih mengungguli kedua kandidat lainnya yaitu erdin dan lady.
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfziGV-XQHpWMwgMHo-Lu8RYR8PvuZCLmF3i1u_lH0k0VNcvw/closedform 

Adapun evaluasi yang harus dilakukan adalah ;
1. Pembuatan username dan password untuk pemilih
2. Diperbanyak komputer untuk pemilih, minimal 10 unit komputer untuk 350 pemilih
3. Jaringan internet harus stabil dan minimal ada 3 cadangan modem eksternal

Kekurangan dan kelebihan elektronik voting
 A.    Kelemahanya
            
1.    Lambatnya proses penghitungan suara.
2. Kurang akuratnya hasil perhitungan suar Karena proses pemungutan suara dilakukan dengan pencoblosan kertas suara, sering kali muncul perdebatan mengenai sah atau tidaknya sebuah kertas suara.
3. Tidak ada salinan terhadap kertas suara. Hal ini menyebabkan jika terjadi kerusakan terhadap kertas suara, panitia pemilihan  sudah tidak mempunyai bukti yang lain.
4.  Sulitnya perhitungan kembali jika terjadi ketidak percayaan terhadap hasil perhitungan suara.
5.    Rawan konflik.
6.    Besarnya anggaran yang dilalukan untuk melakukan proses pemungutan suara. Anggaran yang sangat besar tersebut digunakan untuk proses pencetakan kertas Suara, distribusi kertas suara, dan lain-lain
            Dengan banyaknya permasalahan tersebut, maka muncul lah gagasan untuk melaksanakan pemilihan umum dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada khususnya teknologi berbasis web. Hal ini juga didukung dengan semakin luasnya jaringan komunikasi dan biaya komunikasi yang semakin murah. Pada penelitian e-voting ini, solusi e-voting lebih difokuskan pada pemanfaatan teknologi berbasis web. Teknologi berbasis web mempunyai kelebihan utama dalam hal kemudahan akses dan biaya yang jauh lebih murah. Pemilihan suara secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi elektronik (e-voting) saat ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan pemilihan umum secara konvensional yang sekarang ini digunakan. Penelitian mengenai e-voting telah dilakukan lebih dari 20 tahun. Permasalahan utama yang dihadapi dalam e-voting adalah terkait dengan faktor keamanan. Sampai saat ini, belum ada solusi lengkap baik secara teori maupun praktek yang mampu mengatasi permasalahan tersebut
Pemilihan suara di indonesia dengan cara coblos kertas mungkin sudah ketinggalan jaman. Selain mahal biayanya, hasilnya belum tentu akurat. Kini ada cara yang lebih moderen, yaitu dengan cara voting elektronik secara online yang biasa di sebut e-voting.
Pemungutan suara (voting) sebagai media untuk mencari keputusan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak telah dimulai sejak lama. Dalam pelaksanaannya, banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan sebagian golongan  untuk kepentingan mereka sendiri. Hal ini menyebabkan timbulnya konflik, serta menurunnya kepercayaan masyarakat tehadap pihak penyelenggara voting dan pihak pemenang voting tersebut.
Pemungutan suara secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi elektronik (e-voting) saat ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan pemilihan secara konvensional yang sekarang ini digunakan.
Permasalahan utama yang dihadapi dalam e-voting adalah terkait faktor keamanan. Sampai saat ini, belum ada solusi lengkap baik secara teori maupun praktek yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Pengguna teknologi informasi dalam proses voting diharapkan dapat memantu penyelesaian masalah-masalah tersebut.
B.  kelebihanya
            Penerapan e-voting diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang timbul dari pemilu yang diadakan secara konvensional. Riera dan Brown serta de Vuyst dan Fairchild menawarkan manfaat yang akan diperoleh dalam penerapan e-voting sebagai berikut :

1.    Mempercepat penghitungan suara,
2.    Hasil penghitungan suara lebih akurat,
3.    Menghemat bahan cetakan untuk kertas suara,
4.    Menghemat biaya pengiriman kertas suara,
5.    Menyediakan akses yang lebih baik bagi kaum yang mempunyai keterbatasan fisik (cacat)
6.    Menyediakan akses bagi orang yang mempunyai keterbatasan waktu untuk mendatangi tempat pemilihan suara (TPS)
7.    Menyediakan akses informasi yang lebih banyak berkenaan dengan pilihan suara
8.    Dapat mengendalikan pihak yang tidak berhak untuk memilih misalnya karena di bawah umur atau melebihi umur pemilih yang telah diatur.
            Kemudian Gritzalis menyampaikan bahwa e-voting mempunyai prospek yang baik jika diterapkan pada suatu negara karena :
  1. Kebanyakan negara percaya bahwa e-voting akan banyak dijumpai pada dekade yang akan dating
  2. Pilihan-pilihan dalam e-voting dapat memuaskan pemilih karena kenyamanannya
  3. E-Voting dapat memenuhi kebutuhan khusus bagi masyarakat yang mempunyai keterbatasan fisik (cacat)
  4. Banyak negara yang akhir-akhir ini sudah menerapkan e-voting untuk skala kecil
  5. Banyak negara yang bermaksud mengganti sistem pemilihan umumnya menemui kesulitan berkenaan dengan terbatasnya pilihan-pilihan yang tersedia
  6. Banyak negara yang tertarik pada sistem e-voting layar sentuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar