Sabtu, 12 Juni 2021

Kejar maling

Pengalaman seru ngejar maling.

Jam 9 bawa anak main ke Mts bareng pa soimun dan satpam pa Sadirin

Ada sesosok pria dengan nafas tersengal-sengal menghampiri dan bertanya mana Cici ?

Saya jawab aja *ga tau*

Dia ga percaya kesaya dan langsung cari sendiri, ditemukanlah bidadari cantik yang tak berdaya menyerahkan barang berharganya *kunci mobil*

Ketika dia dorong pintu gerbang aku bertanya *kemana kamu*

Dia jawab *ngejar maling* dan kubalas jawab *ikut bos*

Anakku yg sedang bermain dilapangan kusuruh pulang kerumah jalan kaki, dan aku langsung lompat kedalam mobil sambil teriak *let's go*

GPS menunjukkan posisi maling di Cileungsi, tapi sayang karena naik mobil kita kena macet di jambore, Cikeas, kota wisata dan Metland Cileungsi.

Selepas Mekarsari langsung injak gas sampai 💯 km/jam dan pasang lampu Hazard supaya semua mobil didepan minggir.

Di GPS menunjukkan beda jarak 40 km dengan maling itu.

Inisiatif telpon banyak preman untuk cegat jalan di Cianjur disebuah perempatan, tapi malingnya cerdas dia belok kiri sebelum dicegat dan sekarang menuju danau Cirata.

Waktu menunjukkan pukul 13.30 dan kita semua kelaparan.

Memilih rumah makan Sunda sambil mencari warga setempat yg fasih berbahasa Sunda kita ajak masuk mobil mengejar maling. Sebelum makan jarak maling 7 km setelah makan tambah jauh jadi 15 km.

Di GPS terlihat maling beristirahat di SMPN 2 desa mani'is dan kita kontak preman mengejar naik motor kesana, tapi sayang terlambat beberapa menit.

Pukul 14.00 mobil bergerak dan kita inisiatif telpon Polisi. Pesannya cari Polsek dilingkungan maling berhenti.

Lah kita pada bingung, kapan maling mau berhenti dikejar yah. Ya sudahlah kita jalan saja.

Berita baik dapat dari satelit kalau maling istirahat bahkan sampai 1 jam. Artinya kita bisa langsung gerebek. Diatas bendungan Cirata itu mendekati 3 km lokasi maling kita dimobil berubah pikiran.

Akhirnya menuju Polsek Cipendeuy lokasi maling istirahat.

"Kata Kasar"....polisi ga mau bantu. Akhirnya kita datangi rumah maling, ketika kita datang dan foto rumahnya seketika para ibu2 masuk kerumah.

Ga mungkin kita dobrak pintu yg isinya anak balita beserta ibunya, lalu inisiatif kita datangi tokoh masyarakat dan ketemu pa RW. Beliau sangat baik dan bersedia bantu periksa rumah maling itu.

Tidak beruntung ketika kita datangi GPS maling menuju ke hutan, kita kejar dan jalan semakin mengecil menjadi setapak diameter 1 M yang tak mungkin lagi dilalui mobil.

Kita berdiam diri dan akhirnya ada seorang pria menghampiri dengan sopan.

Kita ajak ngobrol dan akhirnya diputuskan pulang karena sudah jam 4 sore.

Lanjut kearah Bandung barat mencari pintu tol Purbaleunyi dan akhirnya masuk ke Purwakarta menuju Jakarta.

Pukul 7 malam ketika sampai daerah Cibitung dengan jalan layang baru sadar bahwa pria yang diajak bicara dihutan itu bisa jadi malingnya.

KENAPA GA KEPIKIRAN YAH, itukan lokasi GPS terakhir bergerak artinya motor itu ada disana dan ketika melihat google maps itu tidak ada rumah lain selain ditempat orang itu kita ajak bicara 🙏🙏🙏


Kisah nyata bersama sahabatku, Sabtu (120621)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar