Selasa, 24 Juni 2008

knowledge is power, but character is more

Kepala sekolah (mts pkp JISchool) selalu menekankan bahwa anak kita (murid) itu harus mempunyai karakter yang baik

Karakter mengandung pengertian

  1. suatu kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga membuatnya menarik dan atraktif;
  2. reputasi seseorang; dan
  3. seseorang yang tidak biasa atau memiliki kepribadian yang eksentrik.

... bisa ga MTs PKP menerapkan "disiplin diri", disiplin ingin menjadi lebih baik, agar karakter seseorang bisa dilihat dari hal positif..

misalnya

  1. hebat ya irwan itu jago basket dan dia bisa memimpin temannya jadi juara classmeeting
  2. pantas saja durrahman sering memimpin tadarrus, karena ia bagus dalam tilawah

tapi selama ini karakter di mts pkp lebih condong ke arah negatif(contohnya pikir aja sendiri) bukankah karakter harus menjadi pondasi bagi kecerdasan dan pengetahuan (brains and learning).

Sebab kecerdasan dan pengetahuan (termasuk informasi) itu sendiri memang dapat diperjualbelikan. Dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di era abad ke-21 ini knowledge is power.

Masalahnya, bila orang-orang yang dikenal cerdas dan berpengetahuan tidak menunjukkan karakter (terpuji), maka tak diragukan lagi bahwa dunia akan menjadi lebih dan semakin buruk. Dengan kata lain ungkapan knowledge is power akan menjadi lebih sempurna jika ditambahkan menjadi --meminjam moto sma 3 bandung-- knowledge is power, but character is more.

Demikianlah makna penting sebuah karakter dan proses pembentukkannya yang tidak pernah mudah melahirkan manusia-manusia yang tidak bisa dibeli. Ke arah yang demikian itulah (cita-cita Bpk Nanang AH-Kepala MTs PKP JIS-) pendidikan dan pembelajaran seharusnya bermuara, yakni membangun manusia-manusia berkarakter (terpuji), manusia-manusia yang memperjuangkan agar dirinya dan orang-orang yang dapat dipengaruhinya agar menjadi lebih islami, menjadi manusia yang utuh atau memiliki integritas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar