Selasa, 24 Juni 2008

Merayu

Merayu hanya buih palsu

Kapan sampai aku akan menyentuhnya?

Dia hanya menampakkan diri tanpa boleh kusentuh

Jiwanya bagai milik seorang lain

Aku punya namanya namun hatinya terbang ke timur tengah sana

Setiap detiknya hanya tentang seseorang yang palsu

Yang bukan untuknya

Setiap katanya akan berbau angin tentang malam

Hujan dari tubuhnya hanya setiap hari indah miliknya

Siapa dia?

Yang jelas bukan aku

Bukan siapa-siapa yang senang melukis dengan jemari setengah jadi

Yang sela-selanya disiapkan untuk orang namun diabaikan

Tapi detikku bersama angin semalam indah

Permataku hanya seperti kilauan dari jauh

Tersentuh sedikit langsung tak berbentuk

Ah, sampai kapan?

Kucing-kucing hanya tertawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar